Karya Sastra Penting dalam Satu Angkatan


Periode sastra Indonesia ditandai oleh corak karya sastra pada periode tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri dan contoh karya satra yang dihasilkan pada setiap periode.

Periodisasi sastra Indonesia menurut zamannya adalah sebagai berikut.

1. Sastra Lama             : a. Sastra Kuno

b. Sastra Zaman Hindu

c. Sastra Zaman Islam

2. Sastra Peralihan        : Zaman Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi

3. Sastra Baru              : a. Balai Pustaka (1917-1933)

b. Pujangga Baru (1933-1945)

c. Angkatan 45 (1945-1966)

d. Angkatan 66 (1966 – sekarang)

Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka (20-an)

1.         Menggambarkan tema pertentangan paham antara kaum tua dan kaum muda, soal pertentangan adat, soal kawin paksa, permaduan, dlll.

2.         Soal kebangsaan belum mengemuka, masih bersifat kedaerahan

3.         Gaya bahasanya masih menggunakan perumpamaan yang klise, pepatah, peribahasa, tapi menggunakan bahasa percakapan sehari-hari lain dengan bahasa hikayat sastra lama

4.         Puisinya berupa syair dan pantun

5.         Isi karya sastranya bersifat didaktis

6.         Alirannya bercorak romantik

Ciri-ciri Angkatan Pujangga Baru (30-an)

1.         Menggambarkan pertentangan kehidupan orang-orang kota, soal emansipasi wanita

2.         Hasil karyanya mulai bercorak kebangsaan; memuat soal kebangunan bangsa

3.         Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan klise, pepatah, peribahasa

4.         Puisinya bukan pantun lagi, muncul bentuk soneta dari Barat

5.         Isinya masih mirip dengan Angkatan 20-an (tendensius dan didaktis)

6.         Masih bercorak romantik

Ciri-ciri Angkatan 45

1.         Puisi-puisinya bercorak bebas, tidak terikat pembagian bait, baris, atau rima

2.         Lebih bergaya ekspresionisme dan beraliran realisme

3.         Bahasanya menggunakan bahasa sehari-hari, lebih mementingkan isi daripada bentuk

4.         Puisinya berisi tentang individualisme dan prosanya mengemukakan masalah kemasyarakatan sehari-hari terutama dengan latar perang kemerdekaan

5.         Karya sastranya lebih banyak mengemukakan masalah kemanusiaan yang universal

6.         Filsafat eksistensialisme mulai dikenal

Ciri-ciri Angkatan 66

1.         Mulai dikenal gaya epik (bercerita) pada puisi (muncul puisi-puisi balada)

2.         Puisinya menggambarkan kemuraman (batin) hidup yang menderita

3.         Prosanya menggambarkan masalah kemasyarakatan, misalnya tentang perekonomian yang buruk, pengangguran, dan kemiskinan

4.         Cerita dengan latar perang dalam prosa mulai berkurang, dan pertentangan dalam politik pemerintahan lebih banyak mengemuka

5.         Banyak terdapat penggunaan gaya retorik dan slogan dalam puisi

6.         Muncul puisi mantra dan prosa surealisme (absurd) pada awal tahun 1970-an yang banyak berisi tentang kritik sosial dan kesewenang-wenangan terhadap kaum lemah

Beberapa karya sastra yang penting pada tiap-tiap angkatan

Angkatan Balai Pustaka

1.         Azab dan Sengsara (roman karya Merari Siregar)

2.         Siti Nurbaya (roman Marah Rusli)

3.         Salah Asuhan (roman karya Abdul Muis)

4.         Tenggelamnya Kapal van Der Wijk (roman karya HAMKA)

5.         Sengsara Membawa Nikmat (roman karya Tulis Sutan Sati)

Angkatan Pujangga Baru

1.         Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu (antologi puisi karya Amir Hamzah)

2.         Madah Kelana dan Percikan Permenungan (antologi puisi karya Roestam Effendi)

3.         Layar Terkembang (roman karya STA)

4.         Belenggu (roman karya Armjn Pane)

5.         Indonesia Tumpah Darahku (Muhammad Yamin)

Angkatan 45

1.         Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam (antologi puisi karya Chairil Anwar)

2.         Tiga Menguak Takdir (antologi puisi Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin)

3.         Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (antologi cerpen karya Idrus)

4.         Atheis (novel karya Achdiat Karta Mihardja)

5.         Surat Kertas Hijau dan Wajah Tak Bernama (antologi puisi Sitor Situmorang)

Angkatan 66

1.         Keluarga Gerilya dan Perburuan (novel karya Pramudya Ananta Toer)

2.         Jalan Tak Ada Ujung, Tak ada Esok, dan Harimau! Harimau! (novel Moechtar Lubis)

3.         Keluarga Permana dan Royan Revolusi (novel karya Ramadan K.H.)

4.         Tirani dan Benteng (antologi puisi karya Taufiq Ismail)

5.         Blues untuk Bonie dan Balada Orang-Orang Tercinta (antologi puisi karya WS Rendra)

6.         Etsa (antologi puisi karya Toto Sudarto Bachtiar)

7.         Buku Puisi (antologi puisi karya Hartojo Andangdjaja)

8.         Domba-Domba Revolusi (naskah drama karya B. Soelarto)

9.         Para Priyayi (novel karya Umar Kayam)

10.     Mata Pisau dan Perahu Kertas (antologi puisi Supardi Joko Damono)

Bacalah tiga buah puisi di bawah ini dengan cermat!

SEBUAH JAKET BERLUMUR DARAH

Sebuah jaket berlumur darah

Kami semua telah menatapmu

Telah berbagi duka yang agung

Dalam kepedihan bertahun-tahun

Sebuah sungai membatasi kita

Di bawah terik matahari Jakarta

Antara kebebasan dan penindasan

Berlapis senjata dan sangkur baja

Akan mundurkah kita sekarang

Seraya mengucapkan ‘Selamat tinggal perjuangan’

Berikrar setia kepada tirani

Dang mengenakan baju kebesaran sang pelayan?

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu

Kami semua telah menatapmu

Dan di atas bangunan-bangunan

Menunduk bendera setengah tiang

Pesan itu telah sampai ke mana-mana

Melalui kendaraan yang melintas

Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan

Teriakan-teriakan di atap bis kota, pawai-pawai perkasa

Prosesi jenazah ke pemakaman

Mereka berkata

Semuanya berkata

LANJUTKAN PERJUANGAN

1966

JALAN SEGARA

Di sinilah penembakan

Kepengecutan

Dilakukan

Ketika pawai bergerak

Dalam panas matahari

Dan pelor pembayar pajak

Negeri ini

Ditembuskan ke punggung

Anak-anaknya sendiri.

1966

KARANGAN BUNGA

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke Salemba

Sore itu

‘Ini dari kami bertiga

Pita hitam pada karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

Siang tadi.’

1966

(dari Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail)

About these ads

20 comments on “Karya Sastra Penting dalam Satu Angkatan

  1. terima kasih banyak atas segala yang telah kau pajangkan di halaman ini,.. sungguh-sungguh sangat di muliakan sekali oleh Allah atas adanya halaman ini…

    wassalam

  2. walaupun apapun juga puisi ini yang terbaik terima kasih Pak sambodo engkau telah banyak berjasa bagi dunia perlawakan di indonesia jaya selalu…aammiieennn

  3. Pingback: Ciri puisi angkatan (kepentingan jurusan Bahasa) « Marylinmonroesimanjutak's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s