Posted on Desember 2, 2008 by sunarno5
Bulan Sabit Tersenyum di Langit Malam
Ilustrasi konjungsi antara Bulan, Venus, dan Jupiter
Selasa, 2 Desember 2008 | 00:50 WIB
MEDAN - Jika beruntung langit cerah, tadi malam Anda mungkin beruntung dapat menyaksikan senyum mengembang di langit. Menjelang malam, bulan sabit malam ini memang ditemani dua objek bercahaya terang di atasnya sehingga menyerupai orang yang tersenyum.
Bentuk yang menyerupai wajah manusia pada Senin (1/12) sekitar pukul 20.00 WIB itu sempat menarik dan menjadi perhatian warga Kota Medan dan sekitarnya. Terlihat beberapa warga Kota Medan dan sekitarnya melihat dan menunjuk bentuk bintang dan bulan sabit yang terdapat di angkasa. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Roda Kehidupanku | 10 Komentar »
Posted on Desember 2, 2008 by sunarno5
Pengertian Esai
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: E-Learning B. Indonesia | 14 Komentar »
Posted on Desember 2, 2008 by sunarno5
Kata Hubung Subordinatif
Kata Hubung Subordinatif adalah kata hubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu klausa tersebut merupakan anak kalimat. Kata hubung subordinatif dapat menyatakan berbagai penanda hubungan. Misalnya:
1. Menyatakan hubungan waktu: sejak, sewaktu, ketika, saat, sesudah, selama, hingga
2. Menyatakan hubungan syarat: jika kalau, jikalau, bila, asal(kan), manakala
3. Menyatakan hubungan pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya
4. Menyatakan hubungan tujuan: agar, supaya, biar
5. Menyatakan Hubungan hasil: sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: E-Learning B. Indonesia | Leave a Comment »
Posted on Desember 2, 2008 by sunarno5
Periode sastra Indonesia ditandai oleh corak karya sastra pada periode tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri dan contoh karya satra yang dihasilkan pada setiap periode.
Periodisasi sastra Indonesia menurut zamannya adalah sebagai berikut.
1. Sastra Lama : a. Sastra Kuno
b. Sastra Zaman Hindu
c. Sastra Zaman Islam
2. Sastra Peralihan : Zaman Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi
3. Sastra Baru : a. Balai Pustaka (1917-1933)
b. Pujangga Baru (1933-1945)
c. Angkatan 45 (1945-1966)
d. Angkatan 66 (1966 – sekarang) Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: E-Learning B. Indonesia | 8 Komentar »
Posted on Desember 2, 2008 by sunarno5
Paragraf Induksi dan Deduksi
Ragam membaca itu bermacam-macam. Salah satu di antaranya ialah membaca intensif. Membaca intensif adalah membaca dengan cermat materi bacaan dengan maksud memahami sepenuhnya informasi yang terkandung dalam bacaan. Karena pembacaannya dilakukan secara cermat, membaca intensif acap disebut membaca cermat. Dan, karena membaca intensif dimaksudkan untuk memahami berbagai informasi dalam bacaan itu, membaca intensif acap pula disebut membaca pemahaman.
Dalam hal membaca wacana atau karangan tertentu, kita tidak mungkin menghindari pembacaan karangan terkecil, yaitu paragraf. Paragraf (dari bahasa Yunani: para ‘di samping’, dan graphein ‘menulis’) semula bermakna tulisan yang diletakkan di bagian pinggir suatu teks sebagai tanda awal topik baru dalam suatu pembicaraan.
Lebih lanjut, paragraf diartikan sebagai bagian karangan, atau bahkan merupakan karangan terkecil karena umumnya berupa sekelompok kalimat yang secara bersama-sama membicarakan satu pikiran saja. Salah satu kalimat dari sejumlah kalimat yang membentuk paragraf itu adalah kalimat topik, kalimat master. Kalimat topik atau kalimat master itu mengikhtisarkan pikiran utama sebuah paragraf. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: E-Learning B. Indonesia | 11 Komentar »
Posted on November 25, 2008 by sunarno5
Posted on November 8, 2008 by sunarno5
Malam Minggu yang lalu merupakan malam penuh derita bagi saya. Bermula sore hari saya menunda pulang kampung menjenguk orang tua karena cuaca mendung. Saya rencanakan pulang kampung Minggu fajar. Saya bayangkan jalanan yang sepi menambah kenikmatan perjalanan. Daripada setelah magrib dengan cuaca yang mendung. Selanjutnya
DIarsipkan di bawah: Roda Kehidupanku | 3 Komentar »
Posted on Oktober 28, 2008 by sunarno5